“If you truly love nature, you will find beauty everywhere.”
― Vincent van Gogh
JULY 2nd, 2016
Jam 4 pagi WITA alarm hp kami berbunyi, menandakan kami harus bersegera bangun jika ingin mengejar moment matahari terbit di puncak Gunung Kelimutu.Duuhhh,, berat banget rasanya buka mata, selain karena kami ga biasa bangun sesubuh itu, udara yang dingin bikin kami semakin merapatkan selimut.
Setelah cuci muka-sikat gigi pakai air dingin yang sukses bikin kami jadi melek segar, kami langsung bersiap menaiki mobil untuk menuju ke Taman Nasional Gunung Kelimutu.
Jalanan yg kami lalui masih gelap & lengang, berkelok-kelok dan diapit oleh hutan. Untuk menuju Taman Nasional Gunung Kelimutu, kita bisa naik mobil yg telah kita sewa ataupun ojek motor.
Untuk memasuki Taman Nasional Gunung Kelimutu, kita diwajibkan untuk membayar HTM sebesar IDR 5,000 / orang (week-day) atau IDR 7,500 / orang (week end) dan tiket kendaraan bermotor roda 4 sebesar IDR 10,000.
Setelah memarkirkan mobil, siapkan tenaga (dan juga senter atau headlamp) untuk menelusuri jalur pendakian menuju puncak Gunung Kelimutu. Waktu tempuh dari lapangan parkir menuju puncak kira-kira 30 menit.
Jalan yang kami lalui masih gelap & dikelilingi hutan (makanya kudu bawa senter), jalur trekking sudah tersusun rapi (ga susah koq trekking-nya).
Oya,, jangan lupa kenakan pakaian hangat ya (jaket tebal, syal, atau apapun itu ). Mungkin saat menelusuri jalur trekking tidak terasa dingin karena badan kita bergerak aktif.
Namun begitu menaiki tangga sesaat sebelum mencapai puncak, jalur yang dilalui berupa open space yang tidak terlindung lagi oleh hutan, sehingga terpaan angin pagi terasa dingin menusuk tulang. Apalagi jika sudah sampai di puncak, sebelum matahari terbit, anginnya kencang & dingin banget, cukup bikin tangan ngilu saking dinginnya hahaaa...
Sesampai di puncak Gunung Kelimutu, ternyata deretan penjaja makanan-minuman hangat sudah siap sedia menjajakan dagangannya.
Makan minumnya ntar dulu aja, lebih baik pasang posisi, cari tempat duduk atau cari spot foto yg paling pas untuk mengabadikan matahari terbit (sunset).
Jadi begitu kita sampai di puncak, ada beberapa tangga tersusun ke atas (untuk sudut pandang 36o derajat) yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk.
Duduk & rapatkan barisan (biar hangat), siapin kamera, & bersiap-siap menantikan sunset yang spektakuler di puncak Gunung Kelimutu.
Moment-moment setiap menit menjelang matahari terbit begitu indah. Walaupun saat itu ada cukup banyak awan, namun keindahannya tidak berkurang sama sekali.
Saat semburat sinar keemasan mulai muncul dari balik awan yang beriringan, bersaingan dengan rembulan yang masih tampak tinggi di langit, menit-menit saat sinar keemasan matahari mulai menyentuh permukaan Danau Kawah Kelimutu, hingga akhirnya kami dapat jelas melihat Danau Kawah Kelimutu di depan mata, satu kata yang sanggup terucap, "WOOOOOWWWWW..!!!"
Jujur,, saat itu perasaan saya bahagia banget, satu impian saya terkabul bisa lihat Danau Kawah Kelimutu, & I cried tears of joy :")
Ok,, cukup drama queen-nya, ahahaaa..
Jadi Danau Kawah Kelimutu itu terdiri dari 3 danau yang memiliki warna air yg berbeda-beda, warna air tsb dipengaruhi salah satunya oleh kandungan mineral yg terkandung di dalamnya.
Saat kami ke sana, warna danau tsb adalah hijau telur asin, hijau gelap, & biru tua terang.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika seorang manusia meninggal, arwahnya akan menghuni salah satu kawah tersebut sesuai dengan perbuatannya selama di dunia.
Ada 3 danau yg dinamai sbb :
- Atabupu Lake (Danau Ata Mbupu) : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah para orang tua atau nenek moyang
- Nuwamuri Ko'ofai Lake : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah orang-orang muda.
- Atapolo Lake : disebut sebagai danau tempat bersemayamnya arwah orang-orang yang berbuat kejahatan.
Jika sudah puas menyaksikan pemandangan yang menakjubkan ini plus foto2, silahkan turun melalui jalur yang sama untuk menuju ke tempat parkir.
Tapi jangan terburu-buru menuruninya, manjakan mata anda dengan kerimbunan pohon di sepanjang jalur trekking dan cahaya emas matahari pagi yang menimpa dedaunan pohon; manjakan telinga anda dengan kicauan beraneka burung yang seru sahut menyahut.
Kelimutu National Park, truly amazing !!!
Menit-menit Menjelang Sunrise :
Kawah Kelimutu : Danau 3 Warna
![]() |
Danau Nuwamuri Ko'ofai (berwarna biru telur asin) berdampingan dengan Danau Atapolo (berwarna hijau gelap) |
![]() |
Danau Nuwamuri Ko'ofai (berwarna biru telur asin) berdampingan dengan Danau Atapolo (berwarna hijau gelap) |
![]() |
Penampakan lebih dekat Danau Atapolo |
![]() |
Danau Atabupu |
![]() |
Danau Atabupu |
![]() |
Danau Atabupu |
![]() |
Perubahan warna yang pernah terjadi |
Jalur Trekking :
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Pardon Our Selfie :D
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
Foto milik sahabat : +Introvert Backpacker |
BUDGET YG DIROGOH DARI DOMPET & KETERANGAN LAIN :
- HTM Taman Nasional Kelimutu : IDR 5,000 / orang (weekdays) atau IDR 7,500 / orang (weekend)
- Tiket parkir kendaraan roda 4 : IDR 10,000 / kendaraan
- Naik ojek motor : IDR 20,000 (kalau udah sewa mobil utk keliling Flores, yaaa mending gunain aja mobil sewaan tsb utk ke TN Kelimutu)
- Om Robert (pemilik Palm Bungalow-Desa Moni & rental mobil) = 0812 - 2732 - 0223
- Ada WC dan penjual makanan ringan - minuman hangat koq di area TN Kelimutu (tapi sampahnya JANGAN dibuang sembarangan yeee..).
- Di area sekitar puncak, harap hati-hati dengan barang bawaan karena ada sekelompok monyet lucu :D
- Waktu tempuh antara Desa Moni - TN Kelimutu : kurleb 30 menit
- Waktu tempuh trekking menuju puncak Kelimutu : kurleb 30 menit
Kalau mau mengejar moment sunrise di Puncak Kelimutu, malam sebelumnya lebih baik menginap di Desa Moni, bisa dibaca di sini.
SIMAK JUGA ITINERARY & CERITA LAIN KAMI DI FLORES :
- Hari 1 : Desa Moni (Perhentian Sejenak Pelipur Lelah)
- Hari 3 : Riung (Main Air & Bertemu Batman)
- Hari 4 : Sawah Cancar (Spider Web-nya Penduduk Manggarai)
- Hari 4 : Waerebo jilid I (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 5 : Waerebo jilid II (Cinta Pada Pandangan Pertama)
- Hari 6 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 1)
- Hari 7 : Labuan Bajo (Seseruan di Tengah Laut Jilid 2)
0 comments:
Posting Komentar